Axis Pelan-pelan Tak Lagi Eksis

Axis Pelan-pelan Tak Lagi Eksis

- detikInet
Jumat, 13 Jun 2014 21:09 WIB
Yogyakarta - Pasca mengakuisisi Axis Telekom Indonesia, banyak yang mempertanyakan apa yang bakal dilakukan XL Axiata selanjutnya terhadap operator yang identik dengan warna biru itu?

Perlahan, rencana masa depan XL terhadap Axis pun terungkap. Intinya, XL mengaku kesulitan jika terus mengelola dua brand. Alhasil, peleburan mutlak harus dilakukan.

Ongki Kurniawan, Chief Service Management Officer XL menjelaskan, XL memiliki dua rencana terhadap Axis. Yaitu untuk jangka pendek (short term) dan jangka panjang (long term).

"Untuk long term, kita tetap punya satu brand. Jadi XL dan Axis itu akan di-merge (digabung-red). Namanya itu apa, apakah kemungkinan besar akan XL, itu belum diset. Jadi akan kita merge," tegas Ongki di sela drive test XL ke Jogjakarta.

"Karena untuk punya dua brand itu sangat mahal, dan sulit untuk bisa me-maintain (mengelola) dua brand. Dari sisi budget, positioning dan ditawarkan ke customer. Jadi itu berat sekali, kita lhat banyak yang gak berhasil kalau pakai dua brand," lanjutnya.

Sementara untuk jangka pendek, XL melihat brand Axis masih sangat relevan untuk segmen youth alias anak muda.

"Jadi kita mau lihat dulu, selama short term ini jika kita bisa bangun strong relevant brand di beberapa area yang kita lihat Axis cukup berhasil dan ada di area tersebut ada target segmen youth yang kita mau incar. Kita mencoba mendapatkan market share lebih besar," kata Ongki.

Lantas berapa lama waktu yang bakal diberikan XL terhadap brand Axis untuk membuktikan diri dalam short term ini? Ongki tak berani memastikannya, bisa 6 bulan, setahun atau bisa lebih lama dari itu.

Turina Farouk, Vice President Corporate Communications XL Axiata menambahkan, dari internal XL untuk saat ini memang terus melakukan pengajian terhadap masa depan brand Axis.

Namun yang ingin ditegaskan XL adalah, pelanggan Axis tak perlu khawatir dan lantas kabur ke operator lain. Sebab XL telah membuat berbagai hal agar pelanggan Axis merasa nyaman.

Turina menilai, dengan masuknya Axis maka XL saat ini seperti punya 'dua anak'. Dimana dijanjikan tak akan ada perbedaan kasih sayang yang diberikan.

"Tidak ada tuh darah biru (XL) dan darah ungu (Axis). Adanya cuma satu bapak, yaitu XL Axiata. Tidak ada perbedaan pengasuhan, bahkan lebih banyak effort yang dilakukan tim agar bagaimana integrasi itu smooth agar membuat pelanggan Axis nyaman. Termasuk bagaimana integrasi itu cepat dilakukan dan menjadi lebih baik lagi," pungkas Turina.

Integrasi XL-Axis sendiri saat ini sudah merampungkan migrasi billing system. Sementara migrasi trafik baru kelar 60% dan sinergi jaringan ditargetkan selesai Desember 2014.

Sedikit menengok ke belakang, XL mengakuisisi Axis senilai USD 865 juta yang bersumber dari kombinasi pinjaman yaitu pemegang saham Axiata sebesar USD 500 juta dan pinjaman dari institusi keuangan sebesar USD 365 juta.

Dengan aksi korporasi itu, XL pun mendapatkan spektrum tambahan dari yang sebelumnya dipegang Axis. Sehingga saat ini XL memiliki jumlah spektrum sama seperti Telkomsel, yakni 15 MHz di 2,1 GHz, 22,5 MHz di 1800 MHz, dan 7,5 MHz di 900 MHz.

(ash/rou)