Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kominfo: 80 Juta Orang Indonesia Sudah Cicipi Internet

Kominfo: 80 Juta Orang Indonesia Sudah Cicipi Internet


- detikInet

Ilustrasi (detikINET)
Samarinda - Program Indonesia Connected untuk menunjang program desa tersambung internet 2015 diklaim mulai membuahkan hasil. Kementerian Kominfo menyebut 80 juta warga Indonesia sudah menggunakan internet.

"Kita terus genjot seluruh desa tersambung internet 2015, sekarang ini sudah ada 80 juta warga Indonesia menggunakan internet, baik aktif maupun tidak. Itu terdata," kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Syukri Batubara, kepada wartawan dalam keterangan resminya di Hotel Bumi Senyiur Jl Pangeran Diponegoro, Samarinda, Kaltim, Kamis (31/10/2013).

Syukri menerangkan, program Indonesia Connected berdasarkan hasil pertemuan ICT (Information and Communication Technology) di ajang World Summit Information Society (WSIS) di Wina, Austria, beberapa tahun lalu. Menurut peserta dari berbagai dunia saat itu menyebut Indonesia sudah maju dalam perkembangan IT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mereka melihat Jakarta, mungkin sudah maju. Tapi Indonesia bukan hanya Jakarta," ujar Syukri.

Sejauh ini, dari survei yang dilakukan Kominfo misalnya -- harus diakui untuk menghubungkan SD hingga SMA di berbagai daerah -- memiliki beragam kendala mulai dari ketersediaan energi listrik hingga budaya masyarakat setempat.

"Kalau untuk di bagian barat seperti di Jawa, Bali dan Sumatera, no problem. Tapi untuk Indonesia Timur, masih terkendala (listrik, infrastruktur hingga budaya setempat)," ujar Syukri.

"Sebelum 2015 juga kita terus genjot target kementerian di pemerintahan juga sudah terhubung (internet) berdasarkan WSIS di Wina itu," tambahnya.

Masih menurut Syukri, tahun ini Kominfo juga terus menuntaskan pembangunan Desa Dering dan Desa Internet di Papua dengan menggandeng Telkom sebagai operator telekomunikasi pelat merah. Sehingga nantinya di tahun 2015 tidak ada lagi alasan keterbatasan akses.

"Kalau sudah tersambung semua tidak ada lagi alasan tidak tersambung aksea telepon dan internet," klaim Syukri.

Kepala Balai Penyediaan dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Santoso Serad menambahkan dari sekitar 71.800 desa di Indonesia berdasarkan survei 2007 dari BPS kini menyisakan sekitar 38 ribu desa yang belum terlayani program Desa Berdering.

"Kita terus upayakan hak masyarakat untuk berkomunikasi. Tapi untuk program internet itu mutlak memerlukan listrik. Dari sisi anggaran, untuk program USO (Universal Service Obligation) ini anggaran keroyokan. Industri telekomunikasi, pelayanan universal," ujar Santoso.

(ash/ash)





Hide Ads