Seperti dikatakan Shao Yang, Chief Marketing Officer Huawei, strategi pertama adalah branding strategy. Ini dimulai dengan pencanangan slogan βMake it Possibleβ.
"Di bidang hardware Samsung memang kuat, pun demikian di software, Apple sangat popular. Kami dihimpit dua gunung besar lainnya. Tapi, menyiapkan bagaimana Huaweai menggabungkan itu semua (antara hardware dan software),β ujar Shao Yang, di acara Global Anlyst Summit, di Shenzhen, China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai akhir tahun 2012, Huawei telah menjual 32 juta unit smartphone dari pengapalan 52 juta unit handset. Dimana, di kuartal keempat mereka berhasil menjual 10 juta unit lebih piranti cerdas.
"Strategi lain adalah channel penjualan. Dimana Huawei berkomitmen menghadirkan standar professional untuk sistem retail pihak ketiganya,β sebut Yang.
Setelah branding, produk dan channel penjualan, maka strategi marketing pun tak luput dari usaha Huawei untuk mempopularkan smartphone besutannya tersebut. Apakah akan jor-joran?
βYa, kami tahu berapa dana marketing Samsung dan Apple. Sangat besar. Tentu saja, Huawei di bawah itu,β kata Yang, sambil tertawa.
Keseriusan Huawei tentu saja berimbas ke Indonesia. Pasar ponsel Tanah Air sedang manis-manisnya dilirik oleh banyak vendor global. Memang, belum banyak strategi yang diumbar oleh produsen itu untuk pasar lokal.
Tapi setidaknya diakui oleh Yunny Christine, Senior Corporate Communication Manager Public Affair & Communication Huawei Indonesia bahwa untuk mengurusi device, Huawei sudah merekrut Legi Soegianto sejak beberapa tahun terakhir.
Nama Legi sendiri sudah tidak asing lagi, mengingat dia setidaknya pernah menjabat posisi penting di Nokia dan LG Mobile.
Tugas dan tantangan tentu saja merambati Huawei agar bisa sukses. Apalagi Wan Biao, Chief Executive Huawei Devices yakin perusahaannya akan mencapai kejayaan.
Saat meluncurkan Huawei Ascend P2, kala itu, bos besar Huawei tersebut mengungkapkan keinginannya untuk menumbangkan Apple dan Samsung dari posisi kedua dan pertama sebagai produsen smartphone dunia.
(tyo/ash)