Meski laba turun, pendapatan ISAT sebenarnya meningkat 10,4% ke Rp 20,576 triliun di 2012 dari sebelumnya Rp 22,718 triliun.
"Kami gembira dengan pencapaian tahun 2012, di mana kami melihat peningkatan dalam kinerja keuangan dan operasional. Ke depannya, kami akan mempersiapkan diri untuk menghadapi lingkungan industri yang lebih menantang namun menjanjikan di tahun 2013, terutama dalam menangkap peluang pertumbuhan data," kata Presiden Direktur dan CWE Indosat Alexander Rusli dalam siaran pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) menurun disebabkan menurunnya pendapatan SLI sebagai akibat menurunnya tarif dan trafik, serta penurunan pendapatan FWA sebagai akibat penurunan pelanggan FWA.
Indosat juga mencatat nilai utang yang turun, dari Rp 23,405 triliun menjadi hanya Rp 21,988 triliun. Di triwulan III-2012, perusahaan mengakui sementara laba sebesar Rp 2,187 triliun yang timbul akibat transaksi penjualan dan sewa kembali 2.500 menara telekomunikasi.
Pada triwulan IV-2012, setelah dilakukan perhitungan final akuntansi terhadap penyewaan, sebesar Rp 1,062 triliun dari laba yang diakui telah dilakukan penangguhan dan akan diakui selama periode sewa.
(ang/ash)