Di luar negeri, iPhone yang terkenal sebagai ponsel high end bisa dibawa pulang dengan harga USD 199 atau sekitar Rp 1,8 jutaan dengan kontrak biasanya sampai tiga tahun. Kenapa operator di Indonesia tak bisa melakukan hal yang serupa?
βMereka (operator di luar negeri-red) bisa memberikan uang muka seperti itu karena iPhone-nya disubsidi,β kata Director and Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer, kepada detikINET, di sela-sela peluncuran iPhone 5 Jumat dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa tidak bisa? Karena menurut suami dari artis Maudy Koesnady tersebut, tidak bisa menjamin pelanggan seloyal di luar negeri.
βDi luar negeri, pelanggan dengan sistem kontrak tersebut sebulan pengeluaran bisa Rp 1 juta lebih setiap bulan dan itu stabil. Wajar saja dengan keuntungan yang besar, mereka bisa mensubsidi iPhone,β katanya.
Erik mengatakan, selain tak bisa menjamin loyalitas pelanggan, pengguna smartphone di tanah air masih tergolong kecil dalam mengeluarkan uang untuk gadgetnya.
βPengguna iPhone di Indosat ARPU-nya tergolong tinggi dibandingkan yang lain. Rata-rata sebulan tidak kurang dari Rp 200 ribu,β pungkasnya.
(tyo/fyk)