Bakrie Telecom (Btel) coba menawarkan tarif miring untuk layanan telepon internasionalnya. Tarif baru ini bahkan diklaim membuat tarif telepon internasional Btel sekarang lebih murah dibanding telepon lokal.
Untuk tarif telepon internasional ke lebih dari 100 negara, pemegang merek dagang Esia itu menerapkan tarif mulai dari Rp 149/menit hingga Rp 7.999/menit. Tarif ini dikatakan rata-rata lebih hemat 40% dibanding tarif yang ada di pasaran.
"Langkah efisiensi yang berhasil kami lakukan di sisi routing pada mitra usaha penyedia layanan telepon internasional via internet protocol (IP) memungkinkan Btel memberikan harga murah dibanding tarif operator lainnya. Bahkan jauh lebih murah dibanding telepon lokal," papar Rakhmat Junaidi, Director Corporate Services Btel dalam keterangan tertulis, Selasa (28/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Namun bagaimana kualitasnya? "Bagi kami kualitas layanan terbaik harus kami berikan pada pelanggan, baik dari sisi harga, kejernihan suara hingga koneksi yang stabil dan terjaga baik," janji Rakhmat.
Penawaran tarif telepon internasional murah ini sendiri merupakan bagian dari lima tahap revitalisasi Btel.
Pertama meliputi program penyehatan dan penguatan keuangan perusahaaan. Kedua, penguatan organisasi, budaya perusahaan dan governance. Ketiga, kembali ke inti kekuatan BTEL yaitu one brand, one price (Esia), tapi dengan banyak opsi produk. Keempat, mendorong pertumbuhan revenue dari data. Kelima, peningkatan kualitas produk dan layanan pelanggan.
"Tarif murah ini terutama berkaitan dengan upaya Btel untuk kembali ke inti kekuatan yang memberikan berbagai pilihan pada pelanggan dengan kualitas produk dan layanan premium," lanjutnya.
Rakhmat optimistis penawaran tarif telepon internasional murah ini akan semakin mendorong kinerja positif Btel pada kuartal kedua 2012. Pada tiga bulan terakhir ini kondisi keuangan perusahaan diklaim memperlihatkan hasil membaik dengan jumlah pelanggan yang meningkat meski masih harus menghadapi tantangan besar dalam persaingan industri telekomunikasi yang makin ketat.