"Kami tidak melihat adanya benefit jika dipaketkan jadi satu 10 MHz. Implementasinya akan lebih ribet. Lebih enak terpisah saja bloknya," ujar VP Marketing & Communication Ericsson Hardyana Syintawati, di sela Dialog Manajemen Telekomunikasi di Kampus UI, Depok, Selasa (19/6/2012).
Lebih lanjut ia mengatakan, "akan lebih enak lagi jika pemerintah memilih untuk menerapkan teknologi netral. Sebab, operator akan lebih leluasa menyelenggarakan jaringan layanannya sesuai kebutuhan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti pemerintah tinggal menghitung ulang biaya untuk up front fee dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensinya. Dengan begitu, sumber daya yang ada bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh operator," pungkasnya.
(rou/ash)