Kementerian Kominfo mengakui, masih terjadi perdebatan sengit tentang jumlah blok 3G yang akan diseleksi dalam seleksi beauty contest nanti.
Seperti diketahui, di frekuensi 2,1 GHz masih tersisa dua blok yang masing-masing memiliki lebar pita 5 MHz.
Wacananya, dalam seleksi yang digelar akhir Juni 2012 nanti, jumlah blok akan disatukan menjadi 10 MHz untuk satu pemenang, atau dilepas per blok 5 MHz dimana bisa didapat dua pemenang.
Β
"Tinggal itu yang masih dibahas, mau langsung paket 10 MHz atau dipisah 5 MHz," kata Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Muhammad Budi Setyawan, di sela Dialog Manajemen Telekomunikasi, di Kampus UI, Depok, Selasa (19/6/2012).
Β
Budi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan melakukan rapat pleno untuk memberi masukan kepada Menkominfo Tifatul Sembiring dalam pengambilan keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika tiga hal ini sudah oke, tinggal kita pilih saja salah satu dari dua opsi itu. Operator semua siap saja," jabarnya.
Dirjen sendiri mengungkapkan, empat operator sudah menyatakan minat untuk ikut seleksi mendapatkan blok ketiga di frekuensi 3G. Keempatnya adalah Telkomsel, XL Axiata, Axis Telekomunikasi Indonesia, dan Hutchison CP Telecom (Tri).
Telkomsel memiliki 45 juta pelanggan data dari total 109 juta pelanggan selulernya. Kontribusi pendapatan dari jasa data diharap mencapai 25% bagi total revenue pada akhir 2012.
Pengguna data Telkomsel pada akhir tahun ini diharapkan mencapai 70 juta. Saat ini Telkomsel memiliki 45 ribu BTS, dimana 10 ribu di antaranya BTS 3G alias Node B. Operator ini juga akan membangun 6.000 Node B lagi.
Sementara XL pada tahun ini akan membangun Node B sebanyak 4.000 unit. Jika ini tercapai, hingga akhir tahun nanti XL akan memiliki hampir 10.000 Node B yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga total BTS akan mencapai sekitar 32.000 BTS untuk 2G dan 3G.
Hingga akhir 2011 jumlah pelanggan XL mencapai 46,4 juta nomor dan diperkirakan akan mencapai sekitar 50 juta sampai dengan akhir tahun.
Trafik penggunaan data selama tahun tahun 2011 mencapai 10,6 pentabyte, diperkirakan bisa melonjak hingga tiga kali lipat pada 2012. XL memiliki sekitar 27 juta pelanggan data pada 2011. Dari jumlah tersebut, pengguna data reguler mencapai sekitar 7 juta, dan ditargetkan menjadi 14 juta pada tahun ini.
Sedangkan Axis mengklaim jasa data menopang 35% dari total revenue perusahaan. Axis menggunakan survei biro riset Roy Morgan, yang mengatakan komposisi pengguna data di Axis jika dilihat dari total pelanggan jauh melampaui operator lain. Pengguna data di Axis katanya 25%, sedangkan operator lain cuma sekitar 6%.
Axis memiliki basis 17 juta pelanggan hingga kuartal pertama 2012 ini. Saat ini, Axis sudah memiliki 7.500 BTS untuk 2G dan 3G. Axis berencana menambah 6.000 BTS lagi untuk 2G dan 3G.
Terakhir, Tri dikabarkan berencana menambah 6.000 BTS dimana 60% di antaranya adalah Node B. Total pelanggan yang dimiliki Tri diperkirakan berkisar 16 juta nomor.
Siapapun dari keempat operator ini yang akan memiliki satu blok, untuk tahun pertama akan mengeluarkan dana sekitar Rp 352 miliar hingga Rp 480 miliar yang terdiri dari Rp 160 miliar plus BI rate untuk biaya dasar upfront fee dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.
Sejauh ini, sudah ada tiga operator yang mengaku sudah sangat butuh tambahan blok frekuensi.
Telkomsel mengklaim butuh tambahan 10 MHz karena lonjakan pelanggannya. XL membutuhkan tambahan blok frekuensi karena ingin meningkatkan kualitas layanan dan sangat terbatas frekuensi 2G yang dimiliki yakni 7,5 MHz. Sedangkan Axis mengklaim siap menyabet tambahan blok berapa pun dana yang dibutuhkan.
(rou/ash)