"CDMA bleeding sekarang. Secara bisnis mengerucut, jadi mereka harus bikin konsorsium baru agar ada skala ekonomisnya," kata Riant Nugroho, anggota komite BRTI di sela Diskusi Manajemen Telekomunikasi di Kampus UI, Depok, Selasa (19/6/2012).
Seperti diketahui, pada akhir 2011 lalu, tiga operator berbasis teknologi CDMA mencatat kinerja yang suram. PT Bakrie Telecom Tbk mencatat kerugian bersih Rp 782,70 miliar, dan PT Smartfren Telecom Tbk membukukan kerugian Rp 2,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayangnya, Flexi kehilangan pelanggan sebanyak 21,6% selama 2011 dari 18,161 juta pada 2010 menjadi 14,238 juta pengguna.
"Mereka harus merger karena pasarnya terlalu kecil. Kami sedang memikirkan, insentif apa yang bisa diberikan. Memang jumlah operator kita terlalu banyak karena kita belum punya kebijakan arsitektur telekomunikasi," pungkas Riant.
(rou/ash)