"Untuk kriteria sistem beauty contest yang kami nilai adalah kesiapan, apa yang direncanakan, serta komitmennya," papar Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, usai Rakornas Kominfo 2012 di Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Menkominfo Tifatul Sembiring menambahkan, metode beauty contest lebih dipilih dibandingkan lelang demi mendapatkan pemenang yang qualified dari berbagai aspek. "Sistem yang digunakan untuk mencari siapa yang (benar-benar) membutuhkan frekuensi ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kesiapan, rencana, dan komitmen yang diminta Kominfo, operator yang memenangkan beauty contest 3G ini harus mau membayar Rp 160 miliar yang penambahannya disesuaikan dengan kurs Bank Indonesia (BI rate) selama 10 tahun untuk sewa penggunaan tiap blok.
"Kami masih kasih harga Rp 160 miliar plus BI rate. Soal yang bilang terlalu mahal (karena blok 12 masih kotor akibat interferensi Smartfren Telecom), kami sudah jelaskan tiap hari, ini tidak murah," kata Budi.
"Bila melihat India, misalnya, itu mereka bayar triliunan, tapi hanya sekali saja. Kita kan bayarnya per tahun, jadi tahun depan bayar lagi," pungkas Dirjen.
(rou/rou)