Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sambut Konvergensi, Telkom Alokasikan Rp 9,6 Triliun

Sambut Konvergensi, Telkom Alokasikan Rp 9,6 Triliun


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah (ash/inet)
Jakarta - Telkom mengalokasikan investasi berkisar Rp 8,6 triliun hingga Rp 9,6 triliun untuk membangun infrastruktur yang siap menunjang bisnis data di era konvergensi telekomunikasi.

"Investasi untuk biaya konvergensi itu mencapai 50-60% dari total belanja modal tahun ini Rp 16 triliun yang dianggarkan tahun ini," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Kamis (5/4/2012).

Dijelaskan Rinaldi, konvergensi adalah perpaduan teknologi dari industri telekomunikasi, teknologi informasi, penyiaran, konten, beserta industri ikutannya sehingga konsumen dapat memperoleh layanan yang terpadu sesuai kebutuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Implementasi konvergensi yang dilakukan Telkom diharapkan semakin memudahkan pelayanan kepada pelanggan.

"Selain layanan konvergensi, saat ini kami sedang mengembangkan Indonesia WiFi, sebagai bagian dari kemudahan yang ditawarkan Telkom kepada pelanggan," katanya.

Hadirnya Indonesia WiFi menjadikan pelanggan akan diberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan layanan Speedy maupun seluler.

Saat ini Telkom baru membangun akses point Indonesia WiFi di beberapa daerah seperti Batam dan DKI Jakarta. "Di Jakarta baru ada 300 access point," kata Rinaldi.

Indonesia WiFi memang belum dilakukan sosialisasi dan edukasi secara besar-besarakan, karena akses poin yang dibangun baru sedikit. Rencananya Telkom akan membangun ratusan ribu akses point Indonesia WiFi di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2012.

"Tendernya sedang berlangsung, jadinya investasi belum bisa kita sebutkan. Dalam dua bulan tender diperkirakan selesai," jelasnya.

Head Of Corporate Communication Affair Telkom Eddy Kurnia mengungkapkan, jasa data dan seluler akan menopang pertumbuhan omset pada tahun ini. Jasa data diperkirakan akan tumbuh sebesar 25%-30%, sementara seluler sama dengan rata-rata industri yakni sekitar 6%-7%.

Pendapatan data, Internet dan layanan teknologi informasi pada 2011 di Telkom mencapai Rp 23,92 triliun, naik 20,80% dibanding 2010 yang mencapai Rp 19,80 triliun.

Pertumbuhan di jasa data dikontribusikan oleh pendapatan layanan broadband sejalan dengan peningkatan pelanggan Speedy, Flash, dan BlackBerry dari Telkomsel.

Pada 2011 Telkom memiliki pelanggan broadband mencapai 10,47 juta, tumbuh 63,40% dibanding 2010 yang mencapai 6,41 juta.

(rou/ash)







Hide Ads