Dikatakan Chief Marketing Officer Axis Daniel Horan, dirinya sudah tidak kaget lagi jika ada operator besar yang belakangan mengikuti jejak Axis tersebut. Operator yang dimaksud adalah XL, yang siap mentransfer sekitar 1.200 karyawannya ke Huawei sebagai bagian dari kesepakatan managed services tersebut.
"Kami telah melakukannya sejak awal. Tentu saja strategi ini (managed services-red.) membuat perusahaan lebih efisien dan lebih murah secara biaya. Ini telah kami jalankan hingga sekarang," tukasnya, dalam sesi interview terbatas di Menara DEA, Jakarta, Kamis (26/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab di dalam kontraknya juga ada kesepakatan bahwa jika ada masalah akan langsung ditangani," tukasnya.
Head of Corporate Communication Axis, Anita Avianty menambahkan, sejak merintis jaringannya pada tahun 2005 lalu, Axis sudah menggaet vendor jaringan Ericsson dan Huawei. Dimana Ericsson kebagian jatah untuk mengelola jaringan Axis di wilayah Jakarta dan Sumatera, sedangkan di luar wilayah itu dipegang Huawei.
"Strategi ini terbukti lebih efisien dan cepat karena kita bisa lebih fokus ke layanan," imbuhnya, di kesempatan yang sama.
Lalu bagaimana untuk pemantauan kualitas jaringan yang ada? Axis sendiri mengaku selalu memanfaatkan seluruh karyawannya yang berjumlah 800 orang untuk memantau kualitas jaringan mereka.
"Seperti misalnya mereka tengah berada di suatu wilayah dan merasakan gangguan dengan layanan Axis, maka mereka tinggal membuat trouble ticket untuk melaporkan gangguan tersebut dan dikirim ke email yang sudah ditentukan," kata Anita.
"Setelah itu langsung ditindaklanjuti oleh tim pengelola jaringan, dan sejauh ini responsnya cepat. Dan setiap ada maintenance jaringan level tertentu di manajemen Axis juga akan terus dikabari," pungkasnya.
Sebelumnya, XL mengalihkan pengelolaan jaringan layanan 2G/3G miliknya kepada pihak ketiga, dalam hal ini vendor jaringan yang menjadi mitranya, Huawei.
Lewat kerja sama managed services ini, XL yakin bisa menghemat beban perusahaan hingga USD 150 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun dalam jangka waktu tujuh tahun ke depan.
XL memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan jaringan 2G/3G miliknya, termasuk Network Operations Center (NOC), Field of Operations (FOP), Network Performance Management (NPM) dan Spare Parts Management Service kepada Huawei.
Menurut Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, langkah managed services ini ditempuh agar XL bisa lebih fokus pada bisnis intinya, yaitu penyediaan layanan.
Kerja sama jangka panjang itu juga disertai pengalihan sekitar 1.200 karyawan XL menjadi karyawan Huawei Indonesia. Untuk program pengalihan 1.200 karyawan tersebut pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar.
(ash/fyk)