Julukan the big three sendiri merujuk pada Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Dimana ketiga operator ini memiliki jumlah pelanggan terbesar, lebih dari 100 juta pelanggan untuk Telkomsel, dan masing-masing di bawah 50 juta pelanggan untuk Indosat dan XL.
Chief Marketing Officer Axis Daniel Horan menyatakan, ketika pertama kali hadir dan menggelar layanan pada tahun 2008 lalu, Axis sudah mengambil posisi sebagai penantang operator eksisting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sempat terkatung-katung, perlakuan adil yang dimaksud pun menampakkan hasil setelah pada akhir tahun lalu, regulator memberikan Axis second carrier frekuensi 3G di kanal yang berdampingan (contigous).
"Imbas dari kanal tambahan ini sangat krusial untuk jalannya perusahaan ke depan. Sebab, dengan ini kami dapat lebih leluasa dalam mengejar ekspansi dan melayani pelanggan dengan lebih baik lagi," tukas Daniel, dalam sesi interview terbatas di Menara DEA, Jakarta, Kamis (26/1/2012).
Dengan total memiliki 10 MHz di rentang frekuensi 2.1 GHz yang dijadikan sebagai pita layanan 3G, Axis mengaku akan mulai menggeber layanan HSPA mereka ke sejumlah tempat. Dimana akses tersebut diklaim bisa mencapai kecepatan 21 Mbps.
"Kami sekarang punya resources yang lebih baik lagi. Dan lebih percaya diri untuk bersaing dan mengejar the big three (Telkomsel, Indosat, dan XL-red.)," ia menandaskan.
Axis sendiri pada tahun 2011 lalu membukukan pertumbuhan revenue lebih dari 100%. Sementara dari sisi jumlah pengguna sekarang berada di angka 17 juta pelanggan, naik cukup signifikan ketimbang tahun sebelumnya di angka 9 juta pelanggan.
Adapun kota yang terjangkau layanan mereka sudah lebih dari 400 kota, dengan populasi yang terjangkau di kisaran 190 juta orang.
"Jangan khawatir, ekspansi ini akan terus berlanjut di sejumlah wilayah pada tahun 2012. Sementara untuk target revenue dan pelanggan, setidaknya minimal kami kembali meraih hasil seperti di tahun 2011 kemarin," Daniel menandaskan.
(ash/rns)