Agar program tersebut tidak terkendala, pemerintah bahkan mengalokasikan dan sekitar Rp 300 miliar untuk mensubsidi masyarakat agar beralih menggunakan TV digital.
"Itu (subsidi-red.) kami sedang kaji. Di negara-negara lain itu mereka mengeluarkan subsidi. Tujuannya untuk merangsang, dan akan diberikan pada masyarakat kurang mampu," kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (25/1/2012) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul sendiri memperkirakan, harga decoder sekitar Rp 75 ribu per unit, namun di pasaran bisa dibanderol seharga Rp 135 ribu.
Tak kalah penting, DPR pun meminta agar pelaksanaan migrasi ke TV digital harus memberdayakan perusahaan dalam negeri sehingga dapat menumbuhkan industri di Tanah Air.
Salah satu anggota Komisi I DPR Roy Suryo bahkan mengusulkan agar pembuatan decoder untuk TV digital nantinya diserahkan kepada siswa SMK.
"Saya usulkan pak menteri, bagaimana kalau decoder itu dibuat oleh anak-anak SMK. Mulai sekarang diajarkan sehingga saat implementasi semuanya siap," ujar Roy.
Usulan ini pun disambut baik Tifatul. Menurutnya pembuatan decoder bukanlah sesuatu yang sophisticated atau memerlukan teknologi tinggi sehingga dia yakin anak SMK pastinya mudah membuatnya.
(rns/ash)