Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kinerja Telkomsel Dinilai Mengecewakan

Kinerja Telkomsel Dinilai Mengecewakan


- detikInet

Jakarta - Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) mengaku kecewa dengan kinerja Telkomsel selama 2011 yang tidak mampu mencapai target pertumbuhan pelanggan dan omzet.

"Kami sebagai anak bangsa kecewa sekali dengan kinerja yang ditunjukkan oleh manajemen Telkomsel. Sebagai flag carrier di industri telekomunikasi yang dibekali dengan sumber daya dan keuangan yang besar, seharusnya Telkomsel tidak menunjukkan performa seperti itu," sesal Direktur Eksekutif LPPMI Kamilov Sagala, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Diungkapkannya, pihaknya sudah melakukan klarifikasi langsung kepada manajemen Telkomsel dan mendapatkan alasan yang tidak memuaskan terkait tidak tercapainya target perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alasannya pasar sudah jenuh dan menurunnya omset suara dan SMS. Fenomena ini sudah diprediksi sejak tiga tahun lalu. Jika manajemen Telkomsel melakukan perencanaan yang matang, tentu bisa diantisipasi," katanya.

Menurutnya, hal yang memicu tidak tercapainya target dari Telkomsel tak bisa dilepaskan dari performa operator itu sendiri. Kualitas layanan yang dimiliki oleh Telkomsel sejak proses migrasi sistem penagihan secara signifikan menurun, terutama bagi pelanggan data dan pasca bayar.

Bahkan tahun lalu, di Pekanbaru, layanan Telkomsel dikeluhkan masyarakatnya karena layanan bermasalah. Belum lagi kasus sedot pulsa dimana pihak yang diindikasikan tidak terdaftar di regulator kebanyakan dari mitra operator tersebut.

"Saya rasa jika perintah Panja Pencurian Pulsa dijalankan dimana operator wajib mencadangkan dana untuk mengganti pulsa pelanggan, kinerja Telkomsel makin tergerus pada 2011," kata Kamilov lagi.

Ia mengkhawatirkan, buruknya kinerja Telkomsel akan berdampak pada performa keuangan Telkom Group selama 2011, jika melihat yang terjadi pada 2010.

"Saya rasa pertumbuhan omset Telkom Group akan sama dengan 2010 yakni sekitar 2-4 persen. Ini tentu mengkhawatirkan jika dibiarkan karena Telkom Group adalah penyumbang dividen kedua terbesar bagi negara setelah Pertamina," jelasnya.

Disarankannya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk secepatnya merealisasikan aksi membenahi Telkomsel yang diwacanakan sejak awal tahun lalu.

"Isunya November 2011 seharusnya jajaran Direksi sudah dimelarkan tetapi terjadi tarik-menarik karena Dirut ikut diganti. Kita harusnya malu dengan SingTel yang bisa dengan cepat mengganti perwakilannya untuk direktur niaga. Harus diingat, Telkomsel adalah milik merah-putih, bukan sekelompok orang," sesalnya.

Sebelumnya, Telkomsel dikabarkan hanya berhasil meraih 105 juta pelanggan pada 2011 atau tumbuh 10,5% dibandingkan posisi 2010 memiliki 95 juta pelanggan.

Sementara untuk omset Telkomsel pada 2011 diestimasi mengalami pertumbuhan 6% menjadi sekitar Rp 48 triliun dari posisi Rp 45,5 triliun pada 2010.

Perolehan tersebut bisa dikatakan tidak mencapai target karena saat pencapaian 100 juta pelanggan tahun lalu, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menyemburkan optimisme mampu meraih 115 juta pelanggan dengan pertumbuhan omset di kisaran double digit.

Kinerja yang tidak mencapai target ini adalah yang kedua kalinya dialami Telkomsel secara berturut-turut. Pada 2010 Telkomsel tidak mencapai satupun target yang ditetapkan baik dari sisi pertumbuhan omset yang harusnya 10 persen atau pelanggan sebesar 21,9 persen.

Pada 2010, Telkomsel gagal meraih 100 juta pelanggan alias terpatok di angka 95 juta pelanggan. Sementara pertumbuhan omset hanya 5%. Padahal, secara biaya operasional terjadi pembengkakan sebesar 5,4 persen dibandingkan 2009.


(rou/eno)




Hide Ads