"Saya mah mau bawa baskom dan pasang jaring di lokasi pelemparan. Kasih tahu yah dimana, nanti saya ajak teman-teman di sini ke lokasi pelemparan," kata Anand, Ketua Forum Komunikasi Pedagang Hape Bandung Electronic Center (BEC) saat berbincang dengan detikINET, Rabu (22/12/2011).
Sebelumnya, LPPMI mewacanakan aksi lempar BlackBerry di Kedutaan Besar Kanada. Aksi ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap Research in Motion (RIM) yang terkesan tak mau mematuhi regulasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LPPMI menilai RIM melecehkan pemerintah Indonesia sehingga perlu diperingatkan. Namun penilaian LPPMI ini ditanggapi dingin oleh para pedagang ponsel.
Menurut para pedagang, bentuk peringatannya harusnya lebih elegan. Aksi lempar BlackBerry bisa menjadi tindakan yang memalukan. Pasalnya, saat ini BlackBerry masih menjadi gadget yang paling laku.
"Kita sih melihatnya apa yang menguntungkan. Kalau sampai aksi itu terjadi, bukannya mendapatkan simpati, malah yang ada cibiran. Lagian siapa yang mau buang BlackBerry-nya. Memang belinya gak pakai uang?" tukas Anand.
(afz/ash)