Seperti yang disampaikan Deddy Avianto, Ketua IdBerry -- komunitas pembuat themes BlackBerry pertama di dunia. Vendor asal Kanada itu dinilai sudah cukup banyak memberi dukungan kepada komunitas pengguna, meski hal itu belum optimal dilakukan.
Dukungan itu mulai dari acara BlackBerry Developer Conference yang berlangsung di Bali, Devday di Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Hackathon. Dukungan yang mengalir juga sampai ke kalangan kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pada akhirnya, komunitas BlackBerry Tanah Air memborong 8 Blackberry Jammy Award pada saat BlackBerry DevCon kemarin, 6 untuk developer dan 2 untuk komunitas.
"Mulai tahun 2012, RIM juga sudah committed untuk menggelar casual meetup/workshop di berbagai kota," imbuh Deddy.
"Jadi bukan cuma lumayan, dibanding platform lain, RIM sangat serius membantu perkembangan para developer. Terutama untuk para mahasiswa/pemula," pungkasnya.
Ya, seperti diketahui, salah satu investasi yang dijanjikan RIM untuk terus dijalankan di Indonesia adalah dari sisi pengembangan para developer. Hal ini sejatinya sah-sah saja, mengingat peran developer begitu penting untuk memperluas ekosistem dan dukungan terhadap platform BlackBerry.
Hal ini pun sudah ditegaskan oleh Gregory Wade, Regional Managing Director RIM beberapa waktu lalu dalam sesi perbincangan via sambungan telepon dengan detikINET.
Dimana investasi RIM untuk Indonesia tidak harus dalam bentuk pabrik seperti yang dilakukan di Malaysia. "Untuk di Indonesia banyak model investasi yang telah kami siapkan, seperti menggandeng developer untuk membangun platform BlackBerry, learning center dan lainnya," kata Greg.
"Pengembangan aplikasi ini juga bisa berefek ke banyak hal, seperti pembukaan lapangan kerja, kreativitas, inovasi, serta lainnya. Dan jangan lupa, kami juga telah membangun semacam Learning Center bekerja sama dengan ITB (Institut Teknologi Bandung)," ia menandaskan.
Ya, komunitas boleh bersuara. Namun ketika terkait aturan pemerintah terkait penyedia layanan telekomunikasi, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) jadi pihak yang menentukan.
Dimana belakangan, muncul ancaman untuk memasung layanan BlackBerry Internet Services (BIS) oleh regulator. Hal itu lantaran RIM dinilai kurang menghargai pemerintah dengan enggan membangun server di Indonesia yang menjadi salah satu basis pelanggan BlackBerry terbesar di dunia.
(ash/rns)