Demikian kekecewaan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, dalam siaran pers tentang hasil pertemuan dengan Research in Motion (RIM), Kamis (8/12/2011).
Dalam pertemuan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, RIM yang diwakili oleh Jason Saunderson selaku Direktur Government Relations, tak bisa memenuhi janjinya saat ditagih oleh Kominfo dan BRTI soal komitmen pembangunan network aggregator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terhadap masalah ini, Kementerian Kominfo dan BRTI menyampaikan kekecewaannya. Karena yang diharapkan adalah, dibangun di Indonesia dan harus setingkat network aggregator," sesal Gatot.
RIM sejak awal 2011 lalu telah berjanji akan akan membangun sebuah Regional Network Aggregator. Pembangunan server ini merupakan satu dari empat komitmen yang dijanjikan, termasuk soal filter pornografi, penyadapan untuk penegakan hukum, serta penyediaan pusat reparasi dan layanan purna jual.
Regional Network Aggregator diyakini akan mengurangi biaya para operator telekomunikasi (carrier partner) di Indonesia secara signifikan untuk dan meningkatkan kinerja layanan bagi para pengguna BlackBerry. Carrier partner Indonesia hanya perlu untuk menunjang trafik pengiriman data ke regional node.
"Terhadap seluruh komitmen yang sudah dipenuhi oleh RIM, dengan catatan keberatan mengenai pembangunan router di Singapura, tim dari Kementerian Kominfo dan BRTI akan segera melaporkannya kepada Menteri Kominfo Tifatul Sembiring," pungkas Gatot.
Prosedur ini sama dengan yang ditempuh pada saat pertemuan pada 17 Januari 2011, dimana hasil pertemuannya kemudian dilaporkan kepada Menteri Kominfo untuk diambil sikapnya terhadap realisasi komitmen RIM.
(rou/rou)