VP Marketing Communication Ericsson Indonesia Hardyana Sintawati mengatakan, ada sejumlah formula yang bisa ditawarkan agar bisnis mobile broadband ini saling menguntungkan bagi operator dan juga pelanggan.
"Formula yang kami tawarkan bisa dibilang sangat memanjakan pelanggan, karena sifatnya yang fleksibel dan sangat menguntungkan," kata Hardyana dalam seminar "Rethinking Data Services: Understanding Consumer Insight", di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu (7/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pelanggan loyal juga diberi insentif agar tetap senang saat menggunakan layanan. Di satu sisi, kenyamanan pelanggan ini akan terus mempertahankan average revenue per user (ARPU) untuk operator.
Formula lainnya ialah dengan menawarkan program menarik sesuai momentum khusus pelanggan.
Direktur Penataan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo, Titon Dutono mengingatkan, tuntutan peningkatan kualitas layanan ataupun keterjangkauan pita lebar memerlukan pengembangan infrastruktur baru untuk menjamin tersedianya bandwidth (lebar pita) yang memadai.
Dikatakannya, saat ini pemerintah merencanakan percepatan pengembangan jaringan backbone maupun backhoul berbasis pola PPP (Public Private Partnership) dengan memanfaatkan dana USO (Universal Service Obligation).
Sedangkan untuk jaringan akses akan disajikan melalui teknologi 3G maupun WiMax yang bekerja dalam frekuensi yang sudah dialokasikan dan ditetapkan.
"Bersamaan dengan pengembangan infrastruktur tersebut tentu yang lebih penting lagi adalah pengembangan konten yang dilengkapi dengan aplikasi yang menarik, yang pada akhirnya akan menaikkan valuasi bisnis perusahaannya," katanya di kesempatan itu juga.
(rou/ash)