Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BRTI Jangan Tinggalkan PR yang Terbengkalai

BRTI Jangan Tinggalkan PR yang Terbengkalai


- detikInet

Jakarta - Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang saat ini menjabat harusnya sudah berganti pada akhir tahun 2011 ini. Hanya saja, pergantian tersebut tertunda lantaran masih banyak tugas yang harus dibereskan regulator telekomunikasi tersebut.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S. Dewa Broto berharap, anggota BRTI yang lama jangan sampai 'mewariskan' tugas yang terbengkalai kepada para penerus mereka.

"Kasian kan PR yang lama belum tuntas, namun sudah dibebankan kepada anggota BRTI yang baru," tukasnya kepada detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, agar tidak terjadi miskomunikasi untuk penanganan tugas-tugas tersebut, anggota BRTI yang saat ini menjabat bakal diperpanjang masa tugasnya barang satu-dua bulan. Maksudnya agar tugas-tugas mereka yang harus segera diselesaikan tidak ditinggal begitu saja.

Beberapa tugas yang dianggap mendesak untuk diselesaikan seperti kasus pencurian pulsa dan unreg massal SMS premium, penataan frekuensi 3G, serta menagih sejumlah janji kepada produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM).

"Jadi yang penting sekarang PR-PR tersebut diselesaikan dulu, karena ini masuk masa emergency," pungkas Gatot.

Seleksi anggota baru BRTI periode 2012-2015 sendiri sudah memasuki tahap final. Dimana ada 18 kandidat yang siap memperebutkan 6 posisi yang tersedia. Nah, dari 18 kandidat tersebut lima anggota BRTI yang saat ini tengah menjabat dikabarkan masuk seleksi akhir tersebut.

Mereka adalah M Ridwan Effendi, Nonot Harsono, Danrivanto Budhijanto, Iwan Krisnadi dan Nurul Budi Yakin. Sementara satu anggota BRTI lainnya, yakni Heru Sutadi memang tak ikut seleksi lantaran telah dua periode menjabat.


(ash/fyk)







Hide Ads