"Dari situ bisa terlihat siapa saja yang bermain curang," kata Setyanto P Santosa, Ketua Umum Mastel, dalam rapat dengan Panja Pencurian Pulsa Komisi I DPR RI, di Jakarta, Senin (5/12/2011).
Ketua Harian Panja Pencurian Pulsa, Tantowi Yahya, juga menyayangkan kelalaian yang dilakukan oleh BRTI selaku pengawas industri, yang mengakibatkan pelanggan dirugikan hingga triliunan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, bisa berkeliarannya CP asing serta CP yang tidak terdaftar di BRTI tak bisa dilepaskan dari adanya permainan antara oknum regulator bersama oknum operator dan oknum dari CP tersebut.
"Tidak mungkin CP-CP itu bisa berkeliaran tanpa diketahui oleh operator atau CP. Soalnya yang berhubungan dengan pelanggan itu adalah operator. Jadi, ini ada faktor kelalaian dan mengabaikan dari regulator dan operator," tegasnya.
Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala awalnya bisnis konten mengandalkan kreatifitas, tetapi karena masuk di tengah persaingan yang keras, maka terjadilah praktik-praktik kenakalan.
"Ditambah pengawasan yang lemah dari BRTI, maka semakin banyaklah CP-CP dibiayai asing. Bahkan ada yang bekerjasama dengan produk asal Israel menawarkan pop screen di Telkomsel," ungkapnya.
(rou/fyk)