Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
RIM Enggan Bahas Pabrik BlackBerry

RIM Enggan Bahas Pabrik BlackBerry


- detikInet

Jakarta - Pertemuan antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Research In Motion (RIM) sejatinya juga akan menyinggung soal pembangunan pabrik BlackBerry di Malaysia. Namun sayang, RIM enggan berkomentar banyak soal itu.

"Ketika dilontarkan soal isu itu (pabrik BlackBerry di Malaysia-red.), RIM tidak secara spesifik menjawab," kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto.

Kesannya, RIM enggan membahas pabrik BlackBerry yang sudah dibangun di Penang, Malaysia itu. "Mereka hanya mengatakan bahwa soal itu (pabrik-red.) nanti akan dijelaskan oleh top manajemen RIM," tukasnya kepada detikINET, Kamis (15/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengingat topik pabrik BlackBerry bukan menjadi pokok bahasan pertemuan RIM kali ini, akhirnya Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tidak mencecar vendor asal Kanada itu lebih lanjut.

"Jadi kita kembali ke topik utama lagi, yakni soal layanan purna jual, penyadapan, dan server," imbuh Gatot.

Menyambung pertemuan sebelumnya yang dihelat 17 Januari 2011, RIM menjanjikan 4 poin kepada pemerintah Indonesia, yaitu:

1. RIM berkomitmen untuk memenuhi tuntutan yang diminta oleh pemerintah dalam penyediaan pusat layanan purna jual dan sekarang telah memiliki lebih dari 40 BlackBerry Authorized Customer Care Center.

2. RIM akan membahas kemajuan terkait fasilitasi akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia.

3. RIM melaporkan bahwa mereka akan membangun sebuah Regional Network Aggregator di lokasi yang belum disebutkan.

4. RIM berkomitmen untuk melakukan pemblokiran akses konten internet negatif.

Nah, untuk poin ke-4, RIM telah menjalankan pemblokiran dengan mengimplementasikan DNS Nawala di layanan internet BlackBerry.

Sementara untuk pertemuan hari ini yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, mengagendakan untuk menanyakan progres ketiga janji RIM lainnya.

Dimana hasilnya untuk layanan purna jual, RIM begitu optimistis untuk segera memenuhi permintaan pemerintah. Sedangkan untuk akses penyadapan, mereka sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun tidak diketahui sejauh mana koordinasi tersebut.

Terakhir, soal pembangunan server. Jawaban menggantung dilontarkan produsen BlackBerry itu yang belum bisa memberi kepastian untuk membangun server di Indonesia, meski jumlah pengguna aktif BlackBerry Tanah Air sudah menyentuh angka sekitar 5 juta.

"Server atau network agregator sudah direncanakan untuk dibangun. Tapi belum jelas di Indonesia atau di luar," pungkas Gatot, mencontohkan jawaban RIM.


(ash/fyk)




Hide Ads