Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
LTE Bisa Gunakan Frekuensi Refarming 1800 MHz
Laporan dari Singapura

LTE Bisa Gunakan Frekuensi Refarming 1800 MHz


- detikInet

Jakarta - Penetapan frekuensi untuk seluler generasi keempat (4G) dengan teknologi Long Term Evolution (LTE) masih jadi perdebatan, khususnya di Indonesia. Vendor jaringan Ericsson pun menyarankan, frekuensi existing seluler di 1800 MHz bisa didaur ulang (refarming) untuk kebutuhan itu.

"1800 MHz pilihan yang bagus untuk refarming karena jangkauannya lebih luas dibanding 900 MHz yang lebih rendah," kata Arun Bhikshesvaran, Group Chief Marketing Officer Ericsson, dalam sesi interview terbatas di sela LTE Asia 2011, di Singapura.

Seperti diketahui, LTE sendiri di Indonesia sempat terhadang pemilihan frekuensi yang tepat. Semula, LTE digadang-gadang akan menggunakan 2,5 GHz. Namun sayangnya, frekuensi itu ditempati oleh penyelenggara siaran berbayar. Kemudian 2,3 GHz, meskipun masih tersedia 60 MHz, namun frekuensi itu dibutuhkan untuk Broadband Wireless Access (BWA) Wimax.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spektrum lain yang juga digadang-gadang ialah 700 MHz. Namun lagi-lagi, sayangnya pita ini juga masih ditempati oleh penyelenggara siaran free to air. Meskipun seluruh kanal di pita ini akan dimigrasikan ke siaran digital--yang notabene akan membuka ruang besar untuk LTE--namun migrasi ini baru akan selesai di 2018 mendatang. Terlalu lama.

"Kini semua di forum LTE Asia ini merasa, frekuensi yang tepat adalah di frekuensi existing. 1800 MHz dinilai yang paling bagus. Lagi pula dengan refarming, biaya yang dibutuhkan tak besar untuk mendapatkan frekuensi baru. Karena di sini yang penting biayanya rendah namun tetap harmonis," pungkas Arun.

(rou/sdj)




Hide Ads