"1800 MHz pilihan yang bagus untuk refarming karena jangkauannya lebih luas dibanding 900 MHz yang lebih rendah," kata Arun Bhikshesvaran, Group Chief Marketing Officer Ericsson, dalam sesi interview terbatas di sela LTE Asia 2011, di Singapura.
Seperti diketahui, LTE sendiri di Indonesia sempat terhadang pemilihan frekuensi yang tepat. Semula, LTE digadang-gadang akan menggunakan 2,5 GHz. Namun sayangnya, frekuensi itu ditempati oleh penyelenggara siaran berbayar. Kemudian 2,3 GHz, meskipun masih tersedia 60 MHz, namun frekuensi itu dibutuhkan untuk Broadband Wireless Access (BWA) Wimax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kini semua di forum LTE Asia ini merasa, frekuensi yang tepat adalah di frekuensi existing. 1800 MHz dinilai yang paling bagus. Lagi pula dengan refarming, biaya yang dibutuhkan tak besar untuk mendapatkan frekuensi baru. Karena di sini yang penting biayanya rendah namun tetap harmonis," pungkas Arun.
(rou/sdj)