Dengan kontrak 5 tahun senilai USD 280 Juta, Huawei dipercaya oleh M1 untuk menyediakan solusi turnkey LTE. Solusi tersebut mencakup pemasangan Macro Base Station, penyaluran Base Station, dan Evolved Packet Core (EPC).
"Kami membangun sebuah jaringan mobile kelas dunia untuk meningkatkan layanan internet nirkabel bagi para pelanggan dan memenuhi permintaan pelanggan akan perangkat mobile dan apliaksi terbaru," ujar Karen Kooi, CEO M1, seperti keterangan yang diterima detikINET, Rabu (18/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, pemerintah kini masih mengkaji penggunaan frekuensi yang akan dialokasikan untuk LTE. Pasalnya, regulator masih perlu menata ulang carut marut frekuensi yang ada di Tanah Air. Salah satu operator yang tengah menguji LTE di Indonesia adalah XL Axiata.
(fw/ash)