Operator Vodafone dan France Telecom menyebutkan, tidak ada opsi hukum untuk menghindari tuntutan pemerintah Mesir. Pemerintah setempat memang memiliki kemampuan untuk mematikan layanan.
"Kami ingin menjelaskan bahwa pihak berwenang di Mesir memiliki kemampuan teknis untuk menutup jaringan kami. Dan jika mereka melakukannya, ini akan berdampak pada lamanya proses pemulihan layanan kepada pelanggan kami," tulis Vodafone dalam website resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, France Telecom yang bekerjasama dengan Orascom yang mengoperasikan jaringan Mobinil di Mesir menyesalkan adanya perintah untuk mematikan jaringan mereka. Namun menurut juru bicaranya, layanan mereka kini telah kembali beroperasi. Juru bicara itu mengatakan sekitar 20 karyawan asing beserta keluarga di perusahaan mereka ditarik keluar dari Mesir demi keamanan. (rns/fyk)