Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menanti Tarif BlackBerry yang Lebih Murah

Menanti Tarif BlackBerry yang Lebih Murah


- detikInet

Jakarta - Komitmen Research In Motion (RIM) untuk membangun sebuah Regional Network Agregator diyakini akan memberi dampak penurunan tarif BlackBerry, termasuk bagi Indonesia. Bagaimana peluangnya?

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, pada rapat tertutup Senin (17/1/2011) kemarin, RIM melaporkan bahwa mereka akan membangun sebuah Regional Network Aggregator di lokasi yang belum disebutkan.

Nah, Regional Network Aggregator ini dipercaya akan mengurangi biaya secara signifikan untuk carrier partner (para penyelenggara telekomunikasi) di Indonesia dan meningkatkan kinerja untuk para pengguna BlackBerry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Carrier partner Indonesia hanya perlu untuk menunjang trafik pengiriman data ke regional node," ujar Gatot.

Meski demikian, di mana Regional Network Aggregator ini dibangun masih belum diputuskan produsen BlackBerry itu. "Yang pasti di kawasan Asia Pasifik. Isu yang beredar adalah di Hong Kong atau Singapura," lanjutnya kepada detikINET, Selasa (18/1/2011).

Pun demikian, pemerintah berharap RIM membangun Regional Network Agregator itu di Indonesia. Pasalnya, pasar BlackBerry Indonesia terbesar di Asia Tenggara. Jadi lebih logis rasanya jika RIM lebih memperhatikan pasar BlackBerry Tanah Air yang telah memberi mereka pemasukan sangat besar setiap tahunnya.

"Tapi itu masih butuh pembahasan lebih lanjut, pasti ada persyaratan yang disampaikan RIM. Yang pasti akan dibangun di 2011," imbuh Gatot.

Penempatan lokasi Regional Network Agregator ini dinilai sangat penting. Sebab berdampak signifikan kepada penurunan tarif layanan BlackBerry. Berapa besarannya, masih belum dipastikan.

Bahkan jika pembangunannya tidak di Indonesia, bukan tidak mungkin penurunan tarif layanan BlackBerry yang diharapkan tak kesampaian.

"Misalnya pembangunan Regional Network Agregator itu ada di Singapura, penurunan tarifnya juga tidak akan sama jika itu ada di Indonesia. Padahal jaraknya pendek tapi itu kan sudah ada di wilayah tetangga," tukas Gatot.

Operator Menyambut


Kabar akan dibangunnya Regional Network Agregator juga disambut gembira oleh operator telekomunikasi yang menyediakan layanan BlackBerry. Handono Warih, General Manager New Sales XL Axiata berani memastikan bahwa tarif layanan BlackBerry akan turun jika hal itu terealisasi di Indonesia.

"Karena ada biaya yang dihemat, yang tadinya harus menghubungkan network ke Kanada sekarang memutarnya cukup di regional. Jadi tak perlu lagi menyewa fiber optik ke Kanada," tukas Warih.

Namun berapa kemungkinan penurunan tarif yang dapat terjadi, Warih enggan berspekulasi. Sebab harus ada hitung-hitungan yang lebih matematis untuk memastikannya.Β 

"Yang pasti dengan penurunan tarif maka pasar BlackBerry akan semakin tumbuh. Sebab makin terjangkau, dan target operator akan sangat terbantu dengan ini," ia menandaskan. (ash/rns)






Hide Ads