Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ketua Komisi I DPR: Indonesia Jadi Sapi Perah BlackBerry

Ketua Komisi I DPR: Indonesia Jadi Sapi Perah BlackBerry


- detikInet

Jakarta - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik mengecam keras keberadaan Blackberry yang dinilainya menjadikan rakyat Indonesia menjadi 'sapi perah' untuk Research in Motion (RIM). RIM dinilai sudah terlalu banyak meraup keuntungan tanpa investasi di Indonesia.

"Jadi, kasus RIM ini bukan sekadar masalah filtering porno, tapi keadilan usaha. Jangan seenaknya kita jadi sapi perah. RIM tidak bawa manfaat ekonomi berarti bagi Indonesia, selain tidak adanya investasi, juga tidak signifikannya jumlah tenaga kerja yang diserap," ujar Mahfudz kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/1/2011).

Menurut Mahfudz, RIM sudah terlalu banyak mengambil keuntungan dari pasar di Indonesia. Bahkan, menurutnya RIM tak tersentuh pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengguna BB di Indonesia sekitar 2,5 juta, dengan revenue sebesar US$ 7 per-user/bulan. Artinya setiap bulan ada revenue US$ 17.5 juta masuk Kanada. RIM yang beroperasi di Kanada mengeruk US$ 122 juta/tahun dari pasar Indonesia, tanpa pajak karena bukan obyek pajak di Indonesia," paparnya.

Karenanya Komisi I akan mendukung upaya pemerintah membangun server di Indonesia. Hal tersebut akan mengurangi kesewenang-wenangan RIM di Indonesia.

"Jadi tuntutan pemerintah melalui kominfo agar RIM menjalankan peraturan per-UU-an adalah untuk kepentingan nasional dan agar tidak terjadi diskriminasi dengan provider telekomunikasi lain yang ada di Indonesia," tuntasnya.
(van/fyk)






Hide Ads