"Pemerintah harus adil dan tranparan soal biaya interkoneksi dan frekuensi. Kalau itu fair, tinggal masalah teknologi saja," kata Syakieb Ahmad Sungkar, Vice President Sales and Distribution Axis di Fx Plaza, Jakarta, Selasa (30/11/2010).
Baru-baru ini, pemerintah berencana untuk "menghapuskan" lisensi FWA dengan meleburnya menjadi satu lisensi dengan seluler melalui skema unified access licensing (UAL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sendiri tercatat memiliki empat operator FWA, yakni Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Mobile-8 Telecom (Hepi), dan Bakrie Telecom (Esia). Namun, hanya Bakrie yang telah meminta pemerintah agar mengeluarkan lisensi seluler. Tiga operator lainnya tidak mengajukan karena telah memiliki lisensi seluler sebelumnya.
Axis selaku pemain seluler yang belum lama berkiprah dan masih mengandalkan tarif lebih rendah dibanding pemain seluler existing lainnya, mengaku tak khawatir dengan rencana pemberian lisensi seluler untuk semua operator.
"Yang penting ada persamaan treatment, saya rasa tidak ada masalah. Semua itu biar diatur oleh yang di atas (pemerintah-red.)," tandas Syakieb yang sebelumnya sempat menjabat sebagai direktur Indosat ini di akhir perbincangan.
(rou/ash)