"Telkom khusus membentuk unit bisnis DBS untuk melayani UKM agar bisa bersaing di pasar domestik dan mancanegara," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah di sela peresmian operasional SME Center, di SMESCO-UKM, Jakarta, Kamis (1/4/2010).
Divisi ini ada di bawah kendali Direktur Enterprise and Wholesale Telkom Arief Yahya. Namun untuk komando sehari-harinya di lapangan, eksekusi manajemen akan dikepalai oleh Executive General Manager Telkom DBS, Slamet Riyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DBS juga mengemban serangkaian fungsi, yakni etalase pelayanan Telkom, sebagai arena demo layanan, klinik solusi, Virtual Office, dan e-Commerce. Adapun program rutinnya meliputi program pelatihan, yang saat ini bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, perguruan tinggi, perbankan, dan lembaga-lembaga asosiasi.
Slamet menilai pasar SME atau UKM sangat prospektif. Ia memperkirakan nilai total industrinya akan mencapai Rp 18,6 triliun di tahun 2014 mendatang, melonjak 60,3% dari nilai bisnis UKM di 2010 yang diperkirakan berjumlah Rp 11,6 triliun.
"Dengan solusi TIK yang tepat, bisnis UKM per tahunnya bisa tumbuh dengan nilai Compound Annual Growth Rate sekitar 12,83%," jelasnya.
Melalui dukungan solusi TIK yang sesuai kebutuhan para pebisnis UKM, Slamet bahkan optimistis nilai bisnis di kalangan pengusaha kelas SME ini akan mulai meningkat 10,9% menjadi Rp 12,87 triliun di tahun 2011 mendatang.
Pasar SME atau UKM, menurut dia, menanamkan investasi paling besar pada sektor jasa (57%), disusul kemudian oleh sektor perdagangan (20%) dan manufaktur (23%). Telkom sendiri, kata Slamet, telah memiliki pangsa pasar sebesar 34%.
Telkom sendiri melihat ada serangkaian faktor yang memengaruhi lanskap bisnis SME, yaitu teknologi, regulasi, kultur budaya, pasar, kompetisi, dan pelanggan. Khusus faktor teknologi, erat terkait dengan berkembangnya akses dan konektivitas berikut jasa-jasa nilai tambah, serta perkembangan teknologi perangkat dan mobilitas.
"Dari sisi ini, Telkom sebagai operator dengan portofolio layanan terlengkap memiliki kapasitas untuk memberikan dukungan yang maksimal terhadap bisnis SME," lanjut Slamet.
Melengkapi SME Center, Telkom juga mengembangkan layanan SME Online melalui plasa.com. Portal ini bisa dijadikan wadah bagi pelaku UKM untuk menjajakan barang dagangannya melalui transaksi online.
Benefit SME Online, menurut Slamet, antara lain memberi kemudahan proses transaksi pembayaran dan pengiriman barang, serta sebagai media interaksi pedagang dan konsumen langsung. "Tak kalah pentingnya untuk dijadikan pertimbangan adalah dukungan penuh Telkom Group terhadap layanan tersebut," pungkasnya. (rou/faw)