Sylvia Sumarlin, Ketua WiMax Forum Indonesia mengatakan, pemerintah sebenarnya memiliki niat mulia untuk penerapan teknologi WiMax. Yaitu, ingin Indonesia tak cuma jadi penikmat teknologi asing, namun juga sebagai produsen perangkat dan mampu menjualnya ke negara lain.
Namun dalam perjalanannya, lanjut Sylvia, perkembangan perangkat WiMax telah berevolusi dari seri 'd' ke 'e', dan sudah banyak negara lain yang mengadopsi seri terbaru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah pun dinilai lupa kalau Indonesia kaya akan bahan baku, materi dan memiliki sumber daya manusia yang lihai sehingga cukup membuat negara lain seperti China deg-degan.
"Kalau pemerintah tegas, asing juga bisa dipaksa memenuhi TKDN dan mempekerjakan orang-orang Indonesia. Industri juga gak cuma mau untung saja kok, tapi survive untuk bisa hidup. FTA Asean-China juga jangan dilihat sebagai ancaman, harusnya dilihat sebagai peluang. Seperti berlian, dia menunggu untuk diasah," pungkasnya.
Sylvia boleh saja terus menjaga asanya. Pun demikian, pemerintah sepertinya juga masih berpegang teguh dengan keyakinannya dan menganggap perangkat WiMax 16d sebagai pilihan terbaik untuk Indonesia. (ash/faw)