Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di Bandung Marak ISP 'Spanyol'

Di Bandung Marak ISP 'Spanyol'


- detikInet

Bandung - Di Bandung marak Internet Service Provider (ISP) 'spanyol' (separuh nyolong). Akibatnya banyak pelanggan internet yang berpindah ke ISP 'spanyol' tersebut. Tarif yang lebih murah menjadi daya tariknya.

Hal ini diungkapkan oleh Vivi Mariska, Vice President Marketing dan Promosi PT Melvar Lintasnusa (Melsa) saat berbincang dengan detikINET. Menurutnya dengan maraknya ISP 'spanyol' banyak pelanggannya yang berpaling. Munculnya ISP-ISP ilegal tersebut membuat pelanggannya tergerus sebanyak 20-50 persen.

"Mulai marak 2 tahun belakangan ini. Saat ini sih sudah tidak sebanyak dulu yang bisa menggerus pelanggan kami sampai 50 persen. Sekarang paling cuma 20 persenan," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disinggung mengenai berapa banyak ISP 'spanyol' tersebut, Vivi mengaku tidak mengetahuinya secara detail. Dirinya mengetahui berdasarkan informasi dari pelanggannya yang ditawari bandwith oleh mereka.

"Data pastinya kita tidak tahu. Tapi kita tahu dari customer kita yang ditawarin. Dalihnya sih dari RT/RW net. Tapi itu kan biasanya di perumahan, tapi mereka justru menawarkan ke perusahaan-perusahaan," ungkapnya.

Pelanggan korporat di sini menurut Vivi termasuk juga adalah warnet dan wargame yang populasinya lebih dari 500 di Kota Bandung. Kebanyakan dari mereka menggunakan ISP yang tidak berbadan hukum.

"Kalau seperti kita, yang berbadan hukum, jelas ada investasi yang ditanamkan. Dan itu harus bisa kembali. Mereka (ISP ilegal - red) mana ada investasi. Jadi mereka bisa memberikan harga lebih murah dari kami," pungkasnya. (afz/fyk)




Hide Ads