Demikian diutarakan Cui Yi, Presiden ZTE Corporation untuk kawasan Asia Pasifik. ZTE sendiri adalah penyedia perangkat telekomunikasi dan solusi jaringan yang cukup banyak memiliki pelanggan di Tanah Air.
Cui Yi sendiri sangat menyambut rencana FTA Asean-China ini. Sebab menurutnya, para pembeli produk -- termasuk alat telekomunikasi -- yang berasal dari China akan bisa lebih menurunkan harganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai vendor 'tamu' tentu FTA sangat disambut antusiasme oleh ZTE. Hanya saja, bagaimana dengan industri lokal? Apakah mereka sudah siap memasuki persaingan yang lebih ketat?
Nah, hal inilah yang tengah menjadi bahan pertimbangan pemerintah. Tak ayal, Departemen Perindustrian, Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, dan Departemen Pertanian sedang mengkaji substansi yang dinilai penting terkait penundaan FTA yang sejatinya bakal digelar pada 2010 tersebut.
(ash/ash)