"Pemegang saham menyetujui perusahaan untuk mengembangkan layanan remittance," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, dalam keterangan tertulis mengenai putusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Selasa (17/11/2009).
Ia mengatakan, kebutuhan pelanggan atas jasa remittance semakin besar sejalan dengan perkembangan teknologi seluler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya layanan ini akan direalisasikan untuk TKI di Malaysia dan Arab Saudi. "Oleh sebab itu, kami akan segera meminta lisensi ke Bank Indonesia," lanjutnya.
Selama ini XL telah melakukan semacam inkubasi layanan remittance dengan Bank BNI untuk para TKI di Hong Kong. Namun demikian, Hasnul tak bisa merinci berapa nilai transaksi remittance yang sudah berjalan selama inkubasi.
Direktur Pemasaran XL Nicanor V Santiago menjelaskan, revenue generator dari layanan ini datang dari SMS notifikasi, penjualan pulsa, dan fee pengiriman uang. "Di Filipina masa inkubasi layanan ini empat hingga lima tahun," katanya.
Namun di Filipina layanan remittance sudah lebih maju karena sebagian besar tenaga kerja mereka berada di Amerika Serikat.
(rou/wsh)