Namun menurut Harry K. Nugraha, Country Manager Qualcomm Indonesia, mubazir atau tidaknya adopsi teknologi tersebut tergantung dari operator memandang manfaat yang bakal diberikan HSPA+ nantinya.
"HSPA+ boleh saja menjanjikan kecepatan data hingga 21 Mbps, tapi ini bukan berarti setiap individu bakal menikmati kecepatan 21 Mbps. Tapi ada hal penting lainnya dari itu," ujarnya kepada beberapa wartawan di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab, jika pelanggan operator sudah banyak, maka antara layanan dan kesiapan jaringan itu akan kejar-kejaran," tukasnya.
Telkomsel dan Indosat adalah dua operator yang sudah membangun jaringan HSPA+ di Indonesia. Telkomsel menginvestasikan 10% dari total belanja modal tahun ini yang mencapai Rp 13 triliun untuk membangun jaringan HSPA+.
Sementara Indosat masih belum mengungkap berapa besar investasinya. Hanya saja, dengan mengadopsi HSPA+, Indosat menegaskan tak mau mengambil langkah besar untuk langsung terjun ke Long Term Evolution (LTE).
(ash/faw)