Senior Director of Services GSMA, Jaikishan Rajaraman, mengatakan pertumbuhan pesat pengguna mobile broadband di Indonesia akan didukung beberapa faktor penting.
"Harga perangkat modem dan biaya berlangganan akses internet akan semakin murah seiring operator GSM mengadopsi teknologi baru yang menawarkan speed data lebih cepat dibanding teknologi sebelumnya," ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun saat digunakan banyak orang secara bersamaan tak akan sampai segitu, namun tetap saja, kecepatannya lebih baik dari teknologi 3G sebelumnya," jelas dia.
Pengguna mobile broadband di Indonesia sendiri diperkirakan GSMA hampir menyentuh dua juta pelanggan. Angka itu diperoleh dari operator seperti Telkomsel 1,3 juta, Indosat (IM2) 500 ribu, Excelcomindo Pratama (XL) 100 ribu, dan beberapa operator lainnya.
Menurut Rajaraman, pertumbuhan pelanggan mobile broadband secara global melesat tajam dibanding pelanggan fixedline broadband.
Koneksi fixedline broadband dunia saat ini mencapai 1,3 miliar, atau mewakili 16,4% populasi dunia. Sementara koneksi mobile broadband mencapai 4 miliar koneksi, atau mewakili 64% populasi dunia. "Pelanggan mobile broadband global tumbuh delapan juta per bulannya," kata dia.
Dikutip dari data Wireless Intelligence per kuartal ketiga 2009, Asia Pasifik merupakan pengguna mobile broadband terbesar (56,2 juta), dibandingkan Amerika Serikat dan Kanada yang berkisar 45,36 juta. (rou/faw)