Β
Direktur Standardisasi Ditjen Postel, Azhar Hasyim menyebutkan, pemerintah sempat menahan pembangunan jaringan Wimax sampai industri dalam negeri benar-benar siap. Hal ini terkait kebijakan untuk memproteksi industri dalam negeri.
Β
"Dan sekarang Alhamdulillah, keran pembangunan sudah mulai bisa dibuka," ujarnya di sela factory visit Wimax TRG dan Siix Electronic Indonesia di kawasan Batam Industrial Park, Batam, Kamis (29/10/2009).
Β
Menurut Azhar, pemerintah telah menekankan pengembangan industri dalam negeri di sektor telekomunikasi sejak 2005 lalu. Hal ini mengacu pada data pembangunan jaringan operator yang kontribusi pengeluaran belanjanya sangat minim sekali untuk industri lokal.
Β
"Pada 2006 pengeluaran pembangunan di sektor telekomunikasi Rp 44 triliun. Sementara yang hanya dapat diraih perusahaan nasional cuma 3% atau Rp 1,2 triliun," ungkap Azhar.
Β
"Tapi kalo dikaji lebih dalam lagi, lokal kontennya hanya 0,7% atau sekitar Rp 65 miliar. Itu sebabnya kita perlu dorong industri telekomunikasi supaya tumbuh. Sejak itu, kita tidak pernah keluarkan izin lagi."
Β
"Operator di 3,3 GHz tidak diizinkan bangun ISR baru (izin stasiun radio untuk menara base station) karena kebijakan ini menunggu industri dalam negeri berhasil kembangkan Wimax lokal."
Β
"Dan sekarang Alhamdulillah keran sudah mulai bisa dibuka karena di 3,3 GHz sudah bisa membangun. Begitu pula pemenang lelang di 2,3 GHz," papar Azhar.
(rou/eno)