Namun, meski baik buruknya kualitas layanan telekomunikasi sangat tergantung dari kesiapan para penyelenggara telekomunikasi, bukan berarti hal itu juga tak diiringi dengan kerja sama dari pengguna.
Depkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bahkan sampai menyampaikan himbauan agar pengguna dapat memanfaatkan layanan telekomunikasi secara efisien. Jika jaringan yang digunakan sedang penuh, baik itu di sisi pengguna maupun di sisi lawan, tunggu beberapa saat sebelum mencoba menghubungi lagi guna menghindari jaringan menjadi overload.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun sebaiknya bertahap karena dapat dibayangkan bagaimana antrian di SMS Gateway mengingat saat ini nomer telepon seluler dan FWA (Fixed Wireless Access) telah mencapat angka di atas 174 juta yang beredar di masyarakat Indonesia," jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto.
Sementara kepada para operator, lanjut Gatot, diinstruksikan untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas pelayanan jelang dan saat hari H, menyiapkan tim yang siap sedia 24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan, dan tidak melakukan instalasi perangkat lunak/keras baru maupun upgrade karena berpotensi dapat mengubah konfigurasi sistem.
"Pengalaman kualitas layanan telekomunikasi di Idul Fitri tahun lalu yang cukup bagus dapat menjadi pengalaman yang cukup berharga dan terus dipertahankan," pungkasnya, dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Selasa (15/9/2009).
(ash/sha)