"Meskipun pemain di sektor SLI bertambah, ternyata jasa SLI kami masih dipercaya oleh masyarakat. Kenyataan ini membuat kami semakin optimistis terhadap masa depan akses layanan internasional ini," kata VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, kepada detikINET, Kamis (30/7/2009).Β
Selain Telkom, pemain SLI untuk Clear Channel di negeri ini adalah Indosat dan Bakrie Telecom. Indosat jauh lebih dulu terjun ke bisnis SLI, sementara Bakrie Telecom baru memulainya tahun ini. Sedangkan untuk SLI melalui VoIP, selain tiga operator ini, pemain lain yang ikut terjun jumlahnya cukup banyak. Baik itu dari operator maupun perusahaan penyedia jasa internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eddy, untuk meningkatkan penetrasi pasar SLI, TelkomΒ akan terus meningkatkan kapasitas dan jangkauan infrastruktur internasional yang dimiliki, serta meningkatkan jumlah kerjasama bilateral dengan mitra luar negeri secara selektif .
Mantan Dirut Aria West ini juga menuturkan, peningkatan kualitas layanan dilakukan melalui penambahan infrastruktur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jasuka yang membentang dari Batam-Pontianak-Tanjung-Pandang-Jakarta.
"Adapun kapasitas inisial SKKL Jasuka (singkatan dari Jawa-Sumatera-Kalimantan)
adalah STM-16 (10 Gbps)," jelasnya.
Layanan data internasional seperti International Private Leased Circuit (IPLC) memiliki prospek yang cukup baik di Indonesia. Dengan rata-rata pertumbuhan penggunaan layanan ini di atas 40% setiap tahunnya, maka Telkom akan menggarap bisnis ini untuk melengkapi keberhasilan layanan voice melalui SLI 007.Β
Β Terlebih lagi dengan telah dioperasikannya sistem kabel laut Jasuka sebagaiΒ rute alternatif jaringan fiber optic eksisting, Telkom dapat menyelenggarakan layanan data dengan tingkat layanan yang cukup tinggi.Β
Β "Hal ini akan menjadi momentum yang sangat tepat bagi Telkom untuk mengembangkan
layanan internasional lainnya di luar layanan suara, yaitu layanan data," pungkas pria yang sehari-harinya menetap di Bandung ini.
(rou/faw)