Menteri yang satu ini mulanya memang diplot untuk meneruskan kiprah Sofyan Djalil (kini Menneg BUMN) untuk membangun dunia ICT di Tanah Air. Namun, nyatanya Nuh malah membuat Depkominfo tak ubahnya Departemen Penerangan jaman dulu.
Terlebih di masa kampanye pemilu legislatif dan pemilihan presiden, Nuh semakin jarang tampil di acara berbau ICT. Ia lebih sering sibuk menemani presiden ke sana-sini. Rumor yang beredar, ia menjadi salah satu tim sukses kampanye SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku masih mempedulikan nasib industri ICT di Indonesia. "Saya masih concern, buktinya saya sekarang datang ke INAICTA," sergahnya.
Di tengah isu perombakan kabinet menteri yang baru untuk periode 2009-2014, Nuh mengaku tak mau berspekulasi. "Saya siap. Siap untuk melanjutkan maupun digantikan. Kalau saya yang menentukan, berarti saya menyalahi wewenang presiden."
Sejauh ini, kiprah mantan rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu sejak menggantikan Sofyan Djalil jadi Menkominfo dua tahun lalu, belum bisa dibilang maksimal. Hal itu diakui Nuh. "Saya masih punya banyak PR (pekerjaan rumah, red). Misalnya saja, Palapa Ring, Single Identity Number atau SIN dengan Dewan TIK Nasional, serta e-education, " katanya.
Meski Nuh mengaku siap untuk melanjutkan amanahnya, namun apakah dia masih mampu untuk totalitas membangun ICT di Indonesia tanpa terlalu banyak mengurusi masalah politik? Kita lihat saja nanti.
(rou/faw)