Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) begitu mendengar kabar miring tersebut, langsung melakukan penyelidikan.
Anggota BRTI Heru Sutadi mengungkapkan, penyelidikan dilakukan dengan cara konvensional seperti mencoba langsung polling-polling tersebut yang kini ramai di TV dan internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serbuan SMS tim sukses para capres juga dipertanyakan oleh Heru. Menurutnya, dengan adanya serbuan SMS yang gila-gilaan, polling yang sejatinya untuk mengetahui gambaran sesungguhnya dari pilihan masyarakat, malah jadi melenceng demi mempercantik opini publik.
"Hal itu juga harus dipertanyakan. Selain itu, pembuat polling juga harusnya bisa bertindak lebih transparan, jangan cuma menampilkan presentase saja. Harus ada jumlah peserta polling," pungkasnya.
(ash/rou)