Nah, agar bisa tetap eksis di sektor bisnis perangkat jaringan telekomunikasi yang jadi kompetensinya, Juniper sangat mengandalkan peranan tim riset dan pengembangannya (R&D).
Perusahaan ini mengalokasikan 25% pendapatannya pada 2008 lalu khusus untuk investasi R&D. Tak berhenti sampai di situ, investasi R&D tahun berikutnya, 2009, justru semakin ditingkatkan, 15% dari tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berusaha menghadirkan inovasi untuk konsumen, menyajikan jaringan high performance, tapi dengan biaya yang lebih murah dan menghadirkan fleksibilitas," ujar Matt Kolon, CTO Juniper Network Asia Pasific dalam acara Juniper Partner Submit ASEAN, di Kinabalu, Malaysia, Kamis (18/6/2009).
Inovasi itu kemudian dikemas dalam produk yang diberi nama Junos. Konsumen diklaim akan mendapat keuntungan dari sisi penghematan biaya dan performa saat mengoperasikan piranti jaringan dan sistim operasi yang sudah terintegrasi ini.
Juniper sendiri masih cukup diperhitungkan dalam segmen piranti jaringan routing, switching dan security. Di Asia Tenggara,Β Juniper menguasai 43% pangsa pasar untuk G/T Router sejak kuartal pertama 2008.
Sementara di Indonesia, Juniper mengklaim jadi pemimpin pasar untuk segmen produk G/T Router dengan pangsa 51% sejak kuartal kedua 2008. Konsumen besar Juniper di Indonesia antara lain Departemen Pendidikan Nasional dan PT Telkom.
Β
(rou/rou)