langkah sistematis yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk meredam suara Sekar.
Seperti dikatakan oleh Amir Fauzi, Sekertaris Jenderal Sekar Telkom saat ditemui detikINET di Sekretariat Sekar Telkom di lantai 4 Kantor Telkom, Jalan Japati No 1, Bandung, Jumat (12/6/2009) pagi.
"Ada langkah sistematis untuk menghalangi kami. Baru kali ini managemen mengeluarkan surat edaran yang intinya mempersulit kami (utusan Sekar-red.)
untuk ikut hadir dalam RUPS ," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Amir, Ketua I Sekar Telkom Bambang Budiono, menjelaskan hal seperti ini baru pertama kali dalam sejarah RUPS di Telkom. Menurutnya sudah
menjadi hak bagi Sekar untuk mengikuti RUPS. Pasalnya Sekar memiliki sejumlah saham di Telkom.
"Sekar punya saham. Walaupun tidak signifikan tapi kita punya hak. Ada 125 ribu lembar yang kita punya," kata Bambang.
Tak hanya itu, Bambang juga menambahkan ada 3 indikator pihak managemen menghalang-halangi Sekar untuk hadir. Ketiga hal tersebut terkait dengan
penundaan pergantian komisaris, penurunan kinerja dan perjanjian kerja bersama antara karyawan dan managemen yang belum tuntas.
"Saya curiga karena ketiga hal itu. Mengenai pergantian komisaris sebenarnya sudah muncul di RUPS tahun kemaren. Dan semakin menguat saat ini melihat kinerja Telkom yang semakin menurut. Ini pertama dalam sejarahnya Telkom mengalami negatif growth laba bersih. Minus 17 persen," tegas Bambang.
RUPS sendiri akan berlangsung pukul 14.00 WIB siang ini di Jakarta. Baik Bambang ataupun Amir, kedua menegaskan walaupun mereka tidak hadir dalam RUPS, namun mereka tetap akan memperjuangkan hak-hak mereka di luar.
"Ada banyak cara lah yang bisa kita lakukan. Kita akan memanfaatkan jaringan kita di luar. Pokoknya tunggu kita di luar," kata mereka kompak. (afz/ash)