Adita Irawati, Division Head Public Relation PT Indosat Tbk mengatakan, kesepakatan yang dimaksud terkait perjanjian bisnis antar keduanya. "Ini semua masih dalam proses perundingan," ujarnya kepada detikINET, Selasa (26/5/2009).
Pun demikian, Adita tak menampik kabar yang menyebutkan bahwa Indosat meminta syarat BTel untuk menyediakan dana sebesar Rp 120 juta untuk set up billing sistem dan melarang menerapkan biaya promosi selama tiga bulan pertama setelah pembukaan interkoneksi untuk tarif SLI 009 BTel.Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi terakhir, bola ada di tangan BTel. Sebab, Indosat telah mengajukan tawarannya kepada operator berbasis CDMA tersebut. Mereka pun kini tinggal menunggu jawaban.
"Pada intinya itu semua berangkat win-win bagi keduanya. Tawaran itu ekspektasi model yang kita inginkan, cuma semuanya negotiable dan bisa dirundingkan. Dan rasanya dalam (regulasi) interkoneksi tak diatur untuk soal tarif promosi, ini harus diselesaikan B2B (business to business)," jelasnya.
"Indosat tidak mau menghalangi interkoneksi siapapun. Namun ini sudah masuk dalam Commercial Bilateral Agreement, tapi tak menutup kemungkinan untuk ada campur tangan BRTI," Adita menandaskan.
(ash/faw)