Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operator Jartap Harus Tetap Bangun Telepon Umum

Operator Jartap Harus Tetap Bangun Telepon Umum


- detikInet

Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tetap mendesak operator jaringan tetap (jartap) agar serius membangun telepon umum (Telum) sesuai dengan aturan komitmen yang berlaku.

"Regulasi tentang kewajiban membangun telepon umum bagi pemegang lisensi tetap masih berlaku," ujar Anggota Komite BRTI Heru Sutadi, lewat pesan instan kepada detikINET, Jumat (15/5/2009).

Seperti diketahui, pasal 17 Kepmenhub No. 20/2001 dan 21/2001 menyatakan, pemilik lisensi telepon tetap diwajibkan membangun telum 3% dari kapasitas terpasang.
Β 
BRTI dua tahun lalu mengeluarkan peringatan pertama bagi Telkom, Bakrie Telecom, Indosat, dan Batam Bintan Telecommunication karena dianggap belum memenuhi regulasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Regulasi itu belum dicabut. Jika pun besarannya dikaji ulang, tidak ada alasan untuk menunda pembangunan," tegasnya.Β 

Bakrie Telecom yang memiliki lisensi jaringan tetap fixed wireless access (FWA), lewat Direktur Korporasi nya, Rakhmat Junaedi, sebelumnya mengatakan, penyediaan telum memang dibutuhkan untuk membuka akses telekomunikasi.

"Masalahnya tren sekarang kan lebih ke nirkabel. Karena itu diusulkan ada perubahan besaran pembangunan," katanya.Β 

Dikatakannya, dalam memenuhi kewajiban membangun telum Bakrie Telecom juga akan melibatkan pihak ketiga yakni Harvest Technology.Β 

Dari kerjasamanya, sebanyakΒ  7500 unit sambungan telepon (SST) untuk telum koin akan disediakan di berbagai tempat di Jabodetabek. "Kerjasama ini mungkin bisa diperluas ke Jawa dan Sumatera jika hasilnya memuaskan selama perjalanan satu tahun ke depan," jelas Rakhmat.

Berdasarkan catatan, Bakrie Telecom saat ini memiliki 8 juta pelanggan FWA, baik Esia maupun Wifone. Sedangkan kapasitas jaringan yang terpasang untuk sambungan tentu lebih banyak dari jumlah pelanggan saat ini.

Bakrie sejauh ini mengklaim telah membangun 15 ribu SST untuk kewajiban telum tersebut. Jika diambil hitungan jumlah pelanggan yang dimiliki Bakrie Telecom, operator itu seharusnya membangun sekitar 250 ribu telum.Β 

Melihat hal itu, Heru mengatakan, akan membahas kembali masalah Telum ke pleno BRTI. "Saat ini kan banyak anggota baru. Langkahnya harus disamakan dulu melihat gerakan setiap operator," tandasnya.
(rou/faw)




Hide Ads