Hal ini ditegaskan Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno. Komisaris Utama Telkomsel, Rinaldi Firmansyah, yang juga Direktur Utama Telkom, menilai biaya tambahan second carrier 5 MHz ini terbilang murah.
"Harga 160 miliar rupiah itu kecil, tidak sampai satu persen dari revenue Telkomsel yang mencapai triliunan rupiah," sahut Rinaldi saat dimintai komentar soal biaya frekuensi yang dinilai terlalu mahal oleh operator lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkomsel sendiri mengakui, niatnya menawar harga Rp 160 miliar untuk tambahan frekuensi ini tak lain demi mengakuisisi seluruh pelanggan 3G di Tanah Air."Kami memang inginnya semua pengguna 3G pindah ke Telkomsel," tandas Sarwoto.
Menurutnya, harga Rp 160 miliar yang diajukan Telkomsel telah melalui uji feasibility dan sudah sesuai kajian business plan. "Harga yang kami ajukan tidak mahal, yang penting layak atau tidak. Jadi, mahal itu relatif."
Β
(rou/rou)