Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Era Broadband, Indonesia Jangan Hanya Jadi Konsumen

Era Broadband, Indonesia Jangan Hanya Jadi Konsumen


- detikInet

Bandung - Selama perkembangan teknologi informasi khususnya seluler, tak dapat dipungkiri Indonesia hanya menjadi konsumen. Nilai ekonomi di sektor seluler tidak membawa dampak terhadap pertumbuhan industri manufaktur pendukung seluler.

"Pertumbuhan jumlah pelanggan seluler luar biasa, sayangnya tidak dibarengi dengan pembangunan industri pendukung. Bayangkan saja, saat ini ada 120 juta pelanggan seluler dengan nilai ekonomi yang diraup mencapai Rp 200 trilyun. Tapi tidak ada dampak pada industri manufaktur pendukung seluler," papar Profesor Doktor Suhono Harso Supangkat, Guru Besar Teknologi Informasi ITB dalam orasi ilmiahnya di acara pengukuhan guru besar ITB di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jalan Surapati No 1, Jumat (27/2/2009) sore.

Kehadiran teknologi broadband mengakibatkan pergeseran cara berkomunikasi dari yang berbasis suara menjadi berbasis data. Karenanya ke depan, fokus pembangunan akses broadband menjadi yang utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teknologinya telah mengarah pada akses pita lebar (broadband) seperti Wimax, LTE dan serat optik. Diperkirakan selama 10 tahun ke depan, kebutuhan akses pita lebar mencapai lebih dari 120 juta pelanggan. Karenanya konsentrasi pembangunan menurut saya akan mengarah pada pembangunan akses broadband," kata Suhono.

Besarnya potensi rupiah yang bisa diraup dalam sektor ini, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

"Saatnya kita ikut. Peluang ini perlu dibarengi dengan keberpihakan pengembangan industri dalam negeri. Tidak hanya industri perangkat keras jaringan, akan tetapi juga industri perangkat lunak dan industri konten. Tapi untuk mewujudkan ini perlu stimulus ekonomi nasional," pungkasnya.
(afz/faw)




Hide Ads