"Pertumbuhan jumlah pelanggan seluler luar biasa, sayangnya tidak dibarengi dengan pembangunan industri pendukung. Bayangkan saja, saat ini ada 120 juta pelanggan seluler dengan nilai ekonomi yang diraup mencapai Rp 200 trilyun. Tapi tidak ada dampak pada industri manufaktur pendukung seluler," papar Profesor Doktor Suhono Harso Supangkat, Guru Besar Teknologi Informasi ITB dalam orasi ilmiahnya di acara pengukuhan guru besar ITB di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jalan Surapati No 1, Jumat (27/2/2009) sore.
Kehadiran teknologi broadband mengakibatkan pergeseran cara berkomunikasi dari yang berbasis suara menjadi berbasis data. Karenanya ke depan, fokus pembangunan akses broadband menjadi yang utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besarnya potensi rupiah yang bisa diraup dalam sektor ini, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
"Saatnya kita ikut. Peluang ini perlu dibarengi dengan keberpihakan pengembangan industri dalam negeri. Tidak hanya industri perangkat keras jaringan, akan tetapi juga industri perangkat lunak dan industri konten. Tapi untuk mewujudkan ini perlu stimulus ekonomi nasional," pungkasnya.
(afz/faw)