Direktur PT Aplikanusa Lintasarta Samsriyono Nugroho menyatakan demikian usaiΒ penandatanganan kerjasama pihaknya dengan PT Fastfood Indonesia selaku pemilikΒ jaringan rumah makan Kentucky Fried Chicken (KFC), di Tebet Indah Square, Jakarta, Selasa (17/2/2009).
"Tren ke depan, semua perusahaan akan fokus di bisnis intinya masing-masing dimana TI sebagai penunjang. Dengan adanya krisis, perusahaan tersebut akan cenderung memilih outsource untuk TI karena biayanya lebih rendah," jelas Samsriyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Samsriyono mengaku tak tahu pasti nilai bisnis alih daya tersebut meski pasarnya terus berkembang dari tahun ke tahun. Lintasarta yang 1500 pelanggan korporat, mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk membangun 15 ribu titik jaringan infrastruktur di 15 kota di Indonesia.
"Tahun lalu kami mengeluarkan investasi Rp 200-250 miliar untuk bangun jaringan. Kami belum bisa mengungkap untuk tahun ini karena angkanya belum keluar dari pusat,"jelasnya lagi.
Jaringan tersebut, kata Samsriyono, sebagian kecil dialokasikan untuk penyediaan jaringan telekomunikasi KFC di 354 outlet di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. "Dalam penyediaan jaringan komunikasi untuk KFC kami menggunakan Virtual Private Network (VPN) Multiservice dan VPN Ezy HSDPA." (rou/faw)