BTS bertenaga hidrogen ini diklaim mengunakan teknologi mutakhir dimana gas hidrogen dikonversikan langsung dalam suatu reaksi elektrokimia menjadi tenaga listrik. Sisa pembuangan dari proses ini adalah air murni, yang sama sekali tidak membahayakan lingkungan.
Sel bahan bakar yang digunakan BTS ini adalah Premion T3000 yang diproduksi oleh P-21 di Jerman. P-21 adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang memproduksi sel bahan bakar yang dapat diaplikasikan pada industri telekomunikasi. Sel bahan bakar ini menggunakan gas hidrogen untuk komersial yang dikirimkan ke lokasi BTS dalam bentuk silinder serta dapat memproduksi 3kW tenaga pada 48 V DC saat mesin bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umumnya, generator bertenaga diesel akan difungsikan apabila pasokan listrik PLN terganggu, namun pada BTS hidrogen, sel bahan bakar dapat digunakan sebagai pasokan tenaga cadangan.
Muslim Khan, Chief of Technology Officer Axis mengatakan, terobosan ini dapat memungkinkan kami untuk membangun jaringan di area-area yang saat ini belum dapat kami layani. "Kami juga senang bisa menggunakan alternatif energi yang tergantikan dengan biaya yang efektif serta aman bagi lingkungan dibandingkan dengan pembangunan jaringan telekomunikasi dengan metode tradisional," imbuhnya dalam keterangan tertulis.
Sebelumnya, Axis juga telah mengoperasikan BTS bertenaga surya di Minas Barat. Dua menara telekomunikasi yang juga ramah lingkungan ini merupakan bagian dari inisiatif 'Hijau' yang dilakukan Axis untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan di operasional perusahaan sehari-hari.
Β
(ash/ash)