(rou/wsh)
Telkomsel Menang USO, Pemerintah Sangkal 'Main Mata'
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah langsung menyanggah adanya agenda tersembunyi saat Telkomsel, selaku operator seluler BUMN, dinyatakan menang untuk seluruh paket tender pengadaan telekomunikasi pedesaan dalam program universal service obligation (USO)"Bahwasanya yang menang secara kebetulan adalah satu penyelenggara telekomunikasi tertentu, dalam hal ini Telkomsel, maka Departemen Kominfo sama sekali tidak memiliki agenda dan alasan tertentu yang sengaja atau tidak untuk mendorong mereka harus menjadi pemenang," sanggah Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, dalam keterangannya,Β Rabu (14/1/2009).Telkomsel sendiri sudah bisa dipastikan menang mutlak dalam tender USO setelah Menkominfo Mohammad Nuh menandatangani lima dari tujuh surat yang terkait penetapan pemenang lelang. Surat yang ditandatangani meliputi paket 1,2,3,6, dan 7.Meskipun paket 4 dan 5 belum ditandatangani menteri, namun itu tinggal menunggu waktu saja karena penetapan pemenang kedua area wilayah tersebut hanya menyisakan peserta Telkomsel dan 'bapaknya' Telkom.Telkomsel sendiri akan langsung menggelar pembangunan jaringan telekomunikasi di pedesaan begitu penandatanganan kontrak dilakukan. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Syarif Syarial Ahmad mengungkapkan, untuk daerah yang masih dalam jangkauan jaringan akan dipasang penguat sinyal (repeater)."Sedangkan di wilayah yang tidak ada jaringan Telkomsel sama sekali akan mengandalkan satelit dan teknologi Pico GSM," ujarnya di satu kesempatan.Program USO rencananya akan menjamah 31.824 desa dari 32 provinsi. Jumlah ini menyusut 6.647 dari sasaran tender sebelumnya, yaitu 38.471 desa di seluruh Indonesia, karena ada beberapa wilayah perdesaan yang telah terjangkau layanan seluler dan dikategorikan sebagai skema USO.USO yang dulunya hanya diwajibkan untuk pembangunan sarana telekomunikasi suara saja, kini telah ditingkatkan untuk akses berbasis internet demi menuju e-Indonesia. Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) pun menyarankan agar pemenang tender menggunakan teknologi broadband dengan kecepatan sedikitnya 256 Kbps. Menurut anggota FKBWI Wahyu Haryadi, salah satu teknologi yang mengkomodir akses data dengan kecepatan tersebut adalah Broadband Wireless Access (BWA). Namun Telkomsel lebih mengutamakan penggunaan akses data dengan GPRS yang memiliki kecepatan minimal 65 Kbps.
(rou/wsh)
(rou/wsh)