Tantangan yang dimaksud adalah agar para operator tak hanya membuka jaringan di kota-kota besar yang secara hitung-hitungan nilai ekonomisnya lebih potensial. Dirjen pun secara terang-terangan mengatakan sungkan untuk datang ketika nanti diundang oleh para operator tersebut jika daerah yang dituju lagi-lagi kota besar.
Melihat perkembangannya sekarang, Dirjen menilai tantangannya tersebut sudah mulai mendapat jawaban. "Tantangan saya akhirnya disambut, operator sudah banyak yang masuk ke daerah-daerah pelosok," ujarnya ketika ditemui detikINET di Balikpapan, Kalimantan Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Regional Sales Indosat Syakieb A. Sungkar senada dengan Dirjen. Menurutnya, di balik tantangan Dirjen tersebut ada peluang bisnis yang mengiringinya.
Indosat sendiri baru saja meresmikan BTS di Desa Lemo II Muara Teweh, salah satu pelosok Kalimantan Tengah. Mereka berada di wilayah tersebut secara eksklusif, karena menjadi satu-satunya operator yang beroperasi.
Operator GSM ini pun telah mempunyai target daerah pelosok baru yang bakal mereka rambah. Yaitu di wilayah Putu Sibau Kalimantan Barat, yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia. "Daerah ini masih hutan dan berbatasan dengan Kucing, Malaysia," imbuh Syakieb.
Sebelumnya, XL juga baru saja memperluas cakupan area layanannya di daerah terpencil Muara Sipongi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang sekaligus menjadi BTS ke 15.300 XL.
Ke depannya operator diharapkan tidak hanya menyediakan akses telekomunikasi seluler saja, tetapi juga akses internet. "Agar mereka menjadi lebih pintar dengan lebih mudah memperoleh informasi. Supaya tidak mudah dibohongi orang," ujar Dirjen. (ash/dwn)